Senin, 24 April 2017

3 Tips Praktis Mengajak Taaruf : When, Where, How?

Salah satu tahapan dalam proses taaruf yang masih sulit dijalani oleh sebagian rekan adalah mengajak taaruf. Merasa grogi, malu, takut ditolak, dan segala kekhawatiran menjadi beban saat seseorang akan mengajak taaruf. Di sisi lain, ada juga rekan yang masih kebingungan karena belum bertemu sosok yang akan diajak taaruf. Berikut ini tiga tips praktis yang bisa anda jalani saat akan mengajak taaruf seseorang.

1. When : Kapan mengajaknya?

Sebelum mengajak taaruf seseorang, pastikan diri anda sudah dalam kondisi siap menikah. Siap untuk menyegerakan menikah setelah menemukan calon pasangan yang cocok, tidak perlu menunggu sekian tahun ke depan. Tidak ada kendala apapun untuk menyegerakan pernikahan, kecuali terkendala calon pasangannya saja yang belum ada.

Jadi, ikhtiar taaruf belum perlu anda jalani apabila masih ada tanggungan atau kendala yang perlu anda selesaikan. Misalnya saja perihal pekerjaan atau sumber nafkah bagi seorang laki-laki, kendala ijin menikah dari orang tua karena anda belum lulus kuliah, atau orang tua yang menginginkan agar kakak anda menikah terlebih dulu. Apabila kendala-kendala tersebut sudah diselesaikan, dan orang tua sudah membolehkan anda untuk menyegerakan menikah, maka ikhtiar taaruf bisa mulai anda jalani.

2. Where : Ke mana mencari calonnya?

Banyak rekan yang masih kebingungan ke mana harus mencari si calon pasangan, padahal di sekitarnya banyak relasi yang bisa dimintai bantuan. Di lingkungan terdekat, anda bisa meminta bantuan orang tua atau anggota keluarga yang lain, mungkin saja dari mereka ada rekomendasi kenalan yang sesuai dengan yang anda harapkan. Apabila dari mereka belum ada rekomendasi, anda bisa ikhtiar melalui beberapa sumber ini :
 a. Lingkungan tetangga
Amati tetangga sekitar rumah, kanan rumah, kiri rumah, depan rumah, belakang rumah, atau RT sebelah, mungkin saja di antaranya ada yang berniat menyegerakan menikah.
b. Lingkungan kerja
Telusuri rekan kerja yang masih sendiri, mungkin saja ada yang sedang berikhtiar mencari calon pasangan.
c. Lingkungan Organisasi/Komunitas
Cari informasi seputar teman organisasi/komunitas yang diikuti, bisa jadi kriteria calon pasangan yang diimpikannya sesuai dengan diri anda.
d. Media sosial online
Ikhtiar dengan kenalan di dunia maya bisa juga dijalani, mungkin saja ada sosok yang menarik hati di jaringan pertemanan. Hanya saja anda perlu lebih berhati-hati apabila berikhtiar lewat dunia maya ini, pastikan kenalan tersebut memang benar-benar nyata keberadaannya dan serius untuk menjalani taaruf, bukan sekedar sosok fiktif yang berniat jahat dan hanya main-main saja.

3. How : Bagaimana cara mengajaknya?

Ada dua pilihan yang bisa dijalani saat anda akan mengajak taaruf seseorang, yaitu mengajak secara langsung ataupun lewat mediator/perantara. Untuk meminimalkan rasa grogi dan malu, sebaiknya ajakan taaruf disampaikan lewat perantara, tidak disampaikan sendiri secara langsung. Ajakan taaruf pun tidak disampaikan secara frontal, langsung mengajak taaruf, tetapi diawali dengan penggalian informasi terlebih dulu seputar target yang akan diajak taaruf.

Apabila dianalogikan dalam aktivitas melamar kerja, anda tentunya tidak langsung datang ke sebuah kantor perusahaan untuk melamar kerja, tetapi melihat iklan lowongan kerjanya terlebih dulu. Kalaupun tidak ada iklan lowongan kerja yang dipasang perusahaan tersebut, anda perlu memastikannya dengan bertanya ke perusahaan tersebut, apakah membuka lowongan kerja atau tidak. Apabila perusahaan tersebut memang membuka lowongan kerja, anda perlu menanyakan posisi apa yang dicari, dan kriteria apa saja yang ditetapkan perusahaan tersebut. Dari informasi ini, barulah anda bisa memutuskan apakah akan tetap melamar di perusahaan tersebut atau berikhtiar mencari perusahaan lain karena kriteria yang ditetapkan perusahaan tersebut tidak sesuai dengan diri anda.

Metode yang sama bisa anda jalani sebelum anda memutuskan untuk mengajak taaruf seseorang, yaitu diawali dengan penggalian informasi terlebih dulu ke sosok yang akan diajak taaruf. Agar prosesnya lebih terjaga, ajakan taaruf sebaiknya disampaikan lewat perantara yang tidak lawan jenis dengan si target. Kakak laki-laki bisa menyampaikan niatan taaruf adik perempuannya ke seorang laki-laki, dan kakak perempuan bisa menyampaikan niatan taaruf adik laki-lakinya ke seorang perempuan. Bisa juga dengan meminta bantuan rekan dekat tepercaya untuk alternatif, apabila tidak ada anggota keluarga yang bisa menjadi perantara. Adapun urutan penggalian informasi ke target calon pasangan sebagai berikut :

a. Apakah si target sudah siap menikah?
b. Apakah si target sudah boleh menikah?
c. Apakah si target sudah punya calon pasangan?
d. Apa sajakah kriteria mutlak si target?
e. Apakah si target berkenan taaruf dengan anda?
(Penggalian informasi urut dari atas)

Dari penggalian informasi tersebut, beberapa kemungkinan jawabannya :

a. Si target belum siap menikah. Silakan anda cari target lainnya.
b. Si target sudah siap menikah, tetapi belum boleh menikah oleh orang tuanya. Silakan anda cari target lainnya.
c. Si target sudah siap menikah, sudah boleh menikah, tetapi sudah punya calon pasangan. Silakan anda cari target lainnya.
d. Si target sudah siap menikah, sudah boleh menikah, belum punya calon pasangan, tetapi kriteria mutlaknya tidak sesuai dengan diri anda. Silakan anda cari target lainnya.
e. Si target sudah siap menikah, sudah boleh menikah, belum punya calon pasangan, dan kriteria mutlaknya sesuai dengan diri anda. Perantara bisa menceritakan gambaran diri anda ke si target, dan sampaikan niatan anda untuk taaruf dengan si target.

Apabila anda dengan si target calon pasangan belum terlalu mengenal sebelumnya, perkenalan bisa diawali dengan pertukaran CV/biodata yang berisi gambaran diri masing-masing secara lengkap. Apabila kedua pihak sama-sama berkenan maka taaruf bisa dilanjutkan dengan penelusuran ke rekan-rekan terdekat kedua pihak sebagai sumber informasi tambahan, diawali dengan taaruf ke keluarga, kemudian ke tetangga sekitar, ke rekan kerja, ataupun ke rekan satu organisasi/komunitas. Dengan demikian informasi mengenai diri calon pasangan akan lebih lengkap, dan dapat dijadikan pertimbangan lanjut tidaknya proses ke depan. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan.

Wallahua'lam bishshawwab.


Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com
Website : www.maswahyu.com
Twitter & Instagram : @MaswahyuST