Tampilkan postingan dengan label #12WeeksToGetMarried. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #12WeeksToGetMarried. Tampilkan semua postingan

Ta'aruf Talk & Booksigning 12 Weeks To Get Married di Islamic Book Fair 2015

Ta'aruf talk & booksigning #12WeeksToGetMarried, insya Allah hari Ahad 8 Maret 2015 jam 13.30 di stand @qultummedia @IslamicBookFair 2015


Lima Prinsip Ta'aruf Pranikah Islami

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ta’aruf masa begitu? Kurang lebih seperti itu ungkapan sebagian rekan yang menyayangkan proses ta’aruf rekannya yang dinilai kurang islami. Bisa jadi karena rekan tersebut belum tahu ta’aruf yang islami itu bagaimana, atau mungkin saja sudah tahu tetapi belum bisa menjalaninya dengan baik dan benar sehingga terpeleset ke aktivitas ta’aruf yang tak islami.

Seiring digemakannya metode perkenalan islami dalam pencarian jodoh, istilah ta’aruf semakin dikenal, meskipun lebih tepat bila dipakai istilah ta’aruf pranikah. Penggunaan istilah “ta’aruf” dikesankan pada aktivitas perkenalan yang islami sebagai oposisi dari istilah “pacaran” yang dikesankan pada aktivitas perkenalan yang tidak islami.

Berikut ini saya rangkumkan beberapa prinsip ta’aruf yang bisa dijadikan pedoman dalam pelaksanan ta’aruf, yang erat kaitannya dengan tema khitbah/lamaran dan tema pernikahan yang merupakan fase lanjutan setelah ta’aruf, serta interaksi antara laki-laki dan perempuan dalam keseharian.

1. Ta’aruf bagi yang mampu menikah

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu menikah maka menikahlah! Karena, menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. Dan barangsiapa tidak mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa dapat menjadi perisai bagi syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas berisi anjuran untuk menyegerakan menikah bila memang sudah mampu menikah, sehingga tidak ada proses ta’aruf yang perlu dijalani bagi yang belum mampu menikah. Bagi yang belum mampu menikah maka dianjurkan untuk banyak berpuasa, belum saatnya berta’aruf.

MAMPU menikah di sini sama artinya dengan BISA menikah. BISA menikah bukan sekedar sudah SIAP menikah, tapi juga sudah BOLEH menikah. Sudah siap menikah, tapi belum boleh menikah tentunya proses ta’aruf belum perlu dijalani. Ada wali bagi seorang perempuan yang perlu dimintakan izinnya untuk menikahkan si anak perempuan, demikian juga restu dari orang tua bagi seorang laki-laki yang perlu diikhtiarkan meskipun tidak ada wali bagi seorang laki-laki.

Pastikan izin dan restu menikah sudah didapat dari wali/orang tua sebelum berikhtiar ta’aruf, selain kesiapan menikah yang sudah anda yakini. Pastikan juga bahwa izin menikah ini adalah ‘izin menikah segera’ setelah bertemu calon pasangan yang cocok, bukan izin menikah setelah nanti lulus kuliah atau izin menikah setelah nanti pekerjaannya mapan yang jangka waktunya sekian tahun ke depan.

Dari pengalaman mendampingi beberapa proses ta’aruf, prosesnya cukup dijalani selama 2-3 bulan saja, itupun hampir semuanya belum pernah saling kenal sama sekali. Kalau si 'target ta'aruf' itu tetangga sendiri, rekan kerja, atau sahabat satu komunitas yang sudah lama dikenal tentunya perlu waktu ta'aruf yang lebih singkat lagi.

Dari perkiraan masa ta’aruf ditambah masa persiapan pernikahan, bisa ditarik mundur kapan sekiranya waktu yang anda pilih untuk mulai berikhtiar ta’aruf. Mungkin cukup di kisaran 6 bulanan saja, tidak lebih dari satu tahun. Kalau lebih dari satu tahun ke depan sebaiknya nanti-nanti saja anda mulai berikhtiar ta’aruf, isi hari-hari anda dengan memperbanyak ibadah khususnya berpuasa untuk lebih membentengi diri dari angan-angan yang belum saatnya.

Bila anda belum siap ta’aruf namun ingin ‘belajar ta’aruf’ agar bila tiba saatnya nanti sudah siap, anda bisa 'berguru' pada saudara atau rekan terdekat yang pernah menjalani proses ta’aruf sebelumnya. Bisa juga dengan mengambil referensi artikel-artikel seputar ta’aruf yang cukup banyak beredar dari beberapa pakar dan spesialis ta’aruf. Anda juga bisa ikut seminar pranikah dan kuliah pranikah yang diadakan lembaga islam yang tepercaya untuk persiapan ta’aruf. Insya Allah hal-hal tersebut bisa menjadi pembelajaran anda seputar perta’arufan, tanpa harus menjadi pelaku ta’aruf terlebih dulu.

2. Kriteria agama dan akhlak dalam pertimbangan ta’aruf

“... Wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula ...” (QS. An Nur : 26)

“Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, atau agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu.” (HR. Bukhari – Muslim)

Dalam pencarian sosok yang dijadikan target ta’aruf, kriteria agama menjadi syarat utama yang tidak bisa diganggu gugat. Kriteria lain boleh macam-macam sesuai selera, namun terkait kriteria agama haruslah yang baik agamanya. Baik agamanya bisa dilihat dari dia yang seorang Muslim/Muslimah, tidak meninggalkan ibadah wajibnya, memiliki akhlak yang baik, serta memiliki semangat untuk terus berubah menjadi baik.

Dengan kriteria agama yang baik, pastinya ikhtiar ta’aruf akan menjadi pilihan sosok tersebut dibanding aktivitas pacaran. Lalu, bagaimana kalau sudah 'terlanjur' pacaran? Lakukan hal ini : segera putuskan hubungan, sama-sama beristighfar, memohon ampun dan menyesali aktivitas pacaran yang telah dijalani, kemudian beralihlah ke proses ta'aruf yang islami.

3. Proses ta’aruf bersifat rahasia

“Rahasiakan pinangan, umumkanlah pernikahan (HR. Ath Thabrani)
Hadits yang lebih shahih hanya berbunyi “Umumkanlah pernikahan.” (HR. Ahmad)

Berbeda dengan pernikahan yang dianjurkan untuk disebarluaskan, pinangan atau lamaran pernikahan justru dianjurkan untuk dirahasiakan. Bila pinangan perlu dirahasiakan, tentu proses ta’aruf yang mendahului pinangan tersebut juga perlu dirahasiakan.

Jadi tidak perlu update status di Facebook bahwa anda sedang menjalani proses ta’aruf dengan seseorang yang anda tag namanya, atau pasang status engaged pasca lamaran, juga tidak perlu saling mention di Twitter untuk menunjukkan bahwa anda sedang ta’arufan dengan nama yang di-mention. Publikasikanlah nanti bila hari H pernikahan anda sudah dekat dalam bentuk undangan pernikahan.

4. Adanya orang ketiga dalam ta’aruf

 “Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan wanita, karena setan akan menjadi ketiganya” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Tidak ada proses ta’aruf yang dijalani berduaan saja antara pihak yang berta’aruf, perlu pelibatan pihak ketiga untuk mendampingi proses sehingga menutup celah setan menjadi yang ketiganya. Pihak ketiga ini bukan berarti seorang saja, tapi bisa juga saudara atau beberapa orang terdekat yang anda percayai untuk mendampingi selama proses ta’aruf anda jalani. Dengan demikian tidak ada jalan berduaan, makan berduaan, boncengan motor berduaan, naik mobil berduaan, dan kegiatan berduaan lainnya dalam aktivitas ta’aruf. Harus ada orang ketiga untuk mencegah ‘khilaf’ yang bisa saja terjadi karena aktivitas berduaan tersebut.

Demikian juga dalam komunikasi jarak jauh lewat telepon, SMS, atau fasilitas chat menggunakan Facebook, Whatsapp, atau BBM. Meskipun tidak berdekatan secara fisik namun perlu diingat bahwa aktivitas zina ada macam-macam, tidak hanya zina fisik tetapi ada juga zina hati dalam bentuk angan-angan, khayalan, dan ungkapan mesra yang belum saatnya diberikan. Bila hati susah dijaga, libatkan juga orang ketiga dalam komunikasi jarak jauh ini untuk menghindari zina hati.

Salah satu cara yang bisa dicoba dan pernah juga saya lakukan adalah dengan membuat group Whatsapp untuk memfasilitasi komunikasi pihak yang berta’aruf, dan meminta kedua pihak yang berta’aruf memblok nomer masing-masing sehingga tidak ada peluang komunikasi secara langsung. Tema obrolan juga perlu diarahkan seputar hal-hal yang memang perlu dikomunikasikan dalam proses ta'aruf. Bila yang ingin disampaikan cukup panjang, bisa memanfaatkan fasilitas email mediator tepercaya untuk menyampaikan. Apa saja yang ingin diketahui atau disampaikan selama proses ta’aruf tinggal diemail ke mediator, dan mediator akan meneruskannya ke email pihak yang lain.

Dengan adanya orang ketiga yang memerantarai komunikasi, maka kalimat dan ungkapan ‘romantisme pranikah’ yang belum saatnya diberikan bisa dihindari karena ada pihak yang mengawasi dan menyaring hal-hal yang dikomunikasikan selama berta’aruf.

5. Aktivitas nazhar/melihat pihak yang berta’aruf

Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah radhiyallahu’anhu bahwasannya beliau akan melamar seorang wanita maka Nabi Muhammad pun berkata kepadanya “Lihatlah ia (wanita yang kau lamar tersebut) karena hal itu akan lebih menimbulkan kasih sayang dan kedekatan diantara kalian berdua.” (HR. Bukhari Muslim)

Kemajuan teknologi informasi berdampak pada semakin maraknya media sosial di dunia maya. Tidak sedikit orang iseng yang menggunakan profil palsu yang tidak menggambarkan profil diri sebenarnya. Ajakan ta’aruf pun bisa saja disampaikan sosok palsu tersebut dengan tujuan penipuan, atau sekedar iseng. Dengan adanya aktivitas nazhar ini, kondisi fisik masing-masing pihak yang berta’aruf dapat diketahui dengan jelas.

Sosok yang dikenal di dunia maya bisa dibuktikan keberadaannya dengan aktivitas nazhar ini, bukan sekedar sosok yang punya nama namun tanpa rupa. Berkaitan juga dengan landasan di nomer empat, libatkanlah orang ketiga dalam aktivitas nazhar ini untuk menghindari modus penipuan dan keisengan dari orang asing yang dikenal di dunia maya.

Demikianlah lima prinsip ta’aruf yang bisa dijadikan pedoman dalam aktivitas ta’aruf, semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan. Semoga keberkahan menyertai proses ta’aruf hingga pernikahan yang telah anda ikhtiarkan berjalan syar’i sesuai dengan landasan Al Quran dan Hadits tersebut.

Wallahua’lam bisshawwab.

Salam, 
Maswahyu ST (Spesialis Ta'aruf)
@MaswahyuST

[Kultwit] 5 Prinsip Ta'aruf Pranikah Islami (@MaswahyuST)



1. Ta’aruf masa begitu? Mungkin itu ungkapan sebagian rekan melihat proses ta’aruf rekan lainnya. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

2. Proses ta’aruf yang diharapkan berjalan islami, pelaksanaannya berbelok ke yang tak islami. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

3. Jangan langsung disalahkan, bisa jadi karena mereka belum tahu bagaimana ta’aruf islami itu. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

4. Lalu, bagaimanakah ta’aruf islami itu? Apa ciri-cirinya yang membedakan dengan yang tak islami? #12WeeksToGetMarried @qultummedia

5. Berikut ini saya rangkumkan lima prinsip ta’aruf islami sesuai petunjuk di Al Quran dan hadits, #12WeeksToGetMarried @qultummedia

6. Yang berkaitan dengan proses khitbah/lamaran dan menikah yang merupakan fase lanjutan ta’aruf, #12WeeksToGetMarried @qultummedia

7. Serta adab-adab berinteraksi antara lawan jenis yang tentunya dijalani selama proses ta’aruf. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

8. Prinsip pertama : Ta'aruf bagi yang mampu menikah. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

9. Dalam satu hadits, bagi yang sudah mampu dianjurkan menikah, yang belum mampu agar berpuasa. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

10. Tujuan dari ta’aruf adalah menikah, sehingga tidak ada ta’aruf bagi yang belum mampu menikah. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

11. Prinsip kedua : Kriteria agama dan akhlak dalam pertimbangan kriteria ta’aruf.
#12WeeksToGetMarried @qultummedia

12. Dalam AnNur:26, wanita yang baik untuk pria yang baik. Pria yang baik untuk wanita yang baik, #12WeeksToGetMarried @qultummedia

13. Dalam satu hadits, dianjurkan memilih wanita berdasarkan agamanya dibanding kriteria lainnya, #12WeeksToGetMarried @qultummedia

14. Ada juga anjuran bagi orang tua untuk menikahkan anaknya dengan pria yang diridhai agamanya #12WeeksToGetMarried @qultummedia

15. Dengan demikian, dalam pencarian calon pasangan penetapan kriteria agama bersifat mutlak, #12WeeksToGetMarried @qultummedia

16. Sedangkan kriteria lain-lain sebagai kriteria pelengkap saja, sesuai selera yang dikehendaki. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

17. Prinsip ketiga : Proses ta’aruf bersifat rahasia. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

18. Sesuai anjuran untuk merahasiakan pinangan/lamaran, dan mengumumkan pernikahan.
#12WeeksToGetMarried @qultummedia

19. Bila lamaran perlu dirahasiakan, tentu proses ta'aruf yang mendahului juga perlu dirahasiakan. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

20. Sehingga tidak perlu saling nge-tag di Facebook dan mention di Twitter dengan ta’arufan. ;) #12WeeksToGetMarried @qultummedia

21. Prinsip keempat : Adanya orang ketiga dalam ta’aruf. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

22. Adanya larangan untuk berduaan dengan wanita, karena setan akan menjadi yang ketiganya. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

23. Dengan demikian, tidak ada proses ta'aruf yang dijalani berduaan saja.
#12WeeksToGetMarried @qultummedia

24. Tidak jalan berdua, makan berdua, boncengan motor, naik mobil berdua, dan berduaan lainnya. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

25. Prinsip kelima : Aktivitas nazhar/melihat pihak yang berta’aruf. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

26. Sesuai anjuran Rasulullah untuk melihat sosok yang akan dilamar untuk lebih memantapkan hati. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

27. Seiring dengan semakin maraknya media sosial, mungkin saja kenalnya berawal dari dunia maya, #12WeeksToGetMarried @qultummedia

28. Pastikan bahwa ajakan ta’aruf itu dari orang yang memang ada, bukan sekedar nama tanpa raga. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

29. Tentunya dengan melihat langsung, tidak hanya lewat foto atau video yang bisa saja menipu. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

30. Demikianlah lima prinsip ta’aruf yang bisa dijadikan pedoman sahabat dalam menjalani ta’aruf, #12WeeksToGetMarried @qultummedia

31. Yang juga saya jadikan panduan mediasi ta’aruf dan saya tuliskan dalam bagian Prakata di buku #12WeeksToGetMarried @qultummedia

32. Insya Allah bab-bab lanjutan buku ini akan saya tulis cuplikannya selama sepekan ke depan. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

33. Diawali dari kisah mediasi ta’aruf hingga panduan dan tip-tip agar ta’aruf berjalan lancar, #12WeeksToGetMarried @qultummedia

34. Yang insya Allah diikhtiarkan berjalan secara syari berpegang prinsip-prinsip ta’aruf di atas. #12WeeksToGetMarried @qultummedia

35. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan. Salam, Maswahyu ST (Spesialis Ta’aruf) #12WeeksToGetMarried @qultummedia


Twitter @MaswahyuST / Tri Wahyu Nugroho - 28/09/2014

.: Menjadi Mediator Ta'aruf :.

1. Lima tahunan dapat amanah menjadi mediator ta'aruf, 300an ta'aruf online dan 75 ta'aruf offline telah dijalani, #12WeeksToGetMarried

2. Sembilan pasangan alhamdulillah telah dijodohkan Allah hingga menikah, lima pasangan dalam proses ta'aruf keluarga #12WeeksToGetMarried

3. Rasanya bahagia, bahkan sampai membasahi mata saat menyaksikan yang dimediatori bersanding selepas akad nikah, #12WeeksToGetMarried

4. Berharap tambahan pahala amal dari syiar ta'aruf Islami, yang mungkin belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat , #12WeeksToGetMarried

5. Perihal dibuatkan rumah di surga bagi yang membantu ikhtiar pencarian jodoh yang single belum nemu riwayatnya, he.. #12WeeksToGetMarried

6. Berawal dari subforum Ta'aruf di forum @myQurancom, Januari 2014 lahir @RumahTaaruf myQuran sebagai media ta'aruf, #12WeeksToGetMarried

7. Cukup kewalahan juga dengan biodata ta'aruf akhwat yang sangat tidak berimbang dengan biodata ikhwan yang masuk, #12WeeksToGetMarried

8. Saat ini biodata ta'aruf akhwat aktif jumlahnya mendekati 300an, sedangkan biodata ikhwan aktif masih sekitar 80an, #12WeeksToGetMarried

9. Ke depannya nanti, inginnya ada alternatif media ta'aruf di masing-masing komunitas Islam yang ada di Indonesia, #12WeeksToGetMarried

10. Selain @RumahTaaruf @myQurancom, inginnya ada RumahTa'aruf @KomunitasACI @tausiyahku @PejuangSubuh @pedulijilbab #12WeeksToGetMarried

11. Dan RumahTa'aruf komunitas lainnya, yang berfungsi sebagai media ta'aruf pranikah Islami yang saling bersinergi, #12WeeksToGetMarried

12. Karena pada dasarnya setiap aktivitas ta'aruf memerlukan adanya orang ketiga, tidak hanya dijalani berduaan saja, #12WeeksToGetMarried

13. Semoga semakin banyak mediator ta'aruf 'terlahir' di kemudian hari, siap memfasilitasi sahabat yang masih sendiri. #12WeeksToGetMarried

Twitter @MaswahyuST / Tri Wahyu Nugroho - 25/09/2014

[Flashback : Dari Panduan Ikhtiar Ta'aruf : "12 Pekan Meraih Sakinah" hingga #12WeeksToGetMarried] (@MaswahyuST)


Sebagian rekan mungkin menyangsikan, apakah buku sudah teruji, bukan sekedar teori?  

Saya pastikan, Iya! Sudah ada pasangan yang mempraktikannya, bahkan berjalan 2,5 bulanan saja, lebih cepat dari teori!

Kalau pengertian jangka waktu ta'aruf adalah dari awal proses di mana keduanya belum saling kenal hingga khitbah,


Mereka cuma perlu 2 bulanan saja untuk ta'aruf dan kurang dari 1 bulan untuk persiapan nikah! Berikut ini kisahnya.


Januari 2014 saya menulis panduan ikhtiar ta'aruf : 12 Pekan Meraih Sakinah, 2 bulan ta'aruf, 1 bulan persiapan nikah.


Artikel itu saya buat berdasarkan tahapan proses yang biasa saya jalani dalam pengalaman memediatori proses ta'aruf.


15 Februari 2014 saya jadi salah satu pembicara di agenda myQuran, salah satu pesertanya sebut saja Kembang,


Kembang ini memang berniat menyegerakan menikah, hingga pada akhir Februari 2014 Kembang mengirimkan biodata ke saya,


Akhir Februari 2014 saya juga menerima biodata seorang laki2, sebut saja Kumbang, yang memang berniat untuk menikah,


Awal Maret 2014 mereka mulai proses ta'aruf, dimulai dari permintaan Kumbang agar saya menyampaikan biodata Kembang,


Mereka saya dampingi proses ta'arufnya sesuai panduan yang saya susun, dari satu proses berlanjut ke proses berikutnya,


Hingga akhirnya awal Mei 2014 proses ta'aruf pun diakhiri dengan adanya prosesi lamaran keluarga Kumbang ke Kembang,


Berakhir pula pendampingan ta'aruf yang saya lakukan, dan saya serah terimakan proses selanjutnya ke kedua keluarga,


Alhamdulillah 24 Mei 2014 mereka melangsungkan pernikahannya, lebih cepat dari panduan ikhtiar ta'aruf yang saya susun,


Dan hari Ahad lalu mereka mengadakan syukuran 4 bulanan, dan sempat berfoto dengan cover buku :)




Apakah rekan-rekan bisa mengikuti jejak mereka? Insya Allah, dengan doa dan ikhtiar sungguh-sungguh bisa saja terjadi.

Semoga buku perdana saya ini bisa menjadi panduan ikhtiar ta'aruf rekan2 yang masih sendiri dalam pencarian jodohnya,

Bagi yang sudah menikah, semoga buku ini bisa menjadi panduan dalam membantu ikhtiar ta'aruf mereka yang masih sendiri

Semoga buku ini bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi siapapun pembacanya. Salam, Maswahyu ST (Spesialis Ta'aruf)

Twitter @MaswahyuST / Tri Wahyu Nugroho - 23/09/2014